Peneliti asal Austria ini mengadakan penelitian tentang kualitas tidur. Para peneliti mengumpulkan 20 pasangan yang belum dikaruniai anak. Ke-20 pasangan ini kemudian diperiksa pola tidurnya.
Tiap pasangan diminta untuk tidur 10 hari tanpa pasangan, dan 10 hari bersama pasangan mereka. Setiap pagi mereka diberi kuisioner, diperiksa hormon stres, dan menjalani beberapa tes, termasuk tes kognitif ringan.
Seperti apa hasil tesnya?
Meski pria dan wanita sama-sama mengakui lebih nikmat tidur dengan pasangan, pada pria kemampuan otaknya sedikit terganggu. Setelah tidur dengan wanita, pria kurang sukses dalam menjawab tes-tes kognitif ringan.
Nilai yang diperoleh menjadi lebih rendah ketimbang ketika tes serupa dilakukan pada saat semalamnya pria tidur tanpa didampingi pasangan mereka. Apakah pasangan tersebut bercinta atau tidak pada malam sebelumnya, tak mempengaruhi hasil tes.
Menurut penelitian ini, ketika seorang pria tidur dengan pasangannya, secara tak sadar kualitas tidurnya menjadi terganggu. Hal inilah yang mempengaruhi kondisi fisik dan mental mereka keesokan harinya.
Tak hanya pria, kualitas tidur wanita juga terganggu ketika tidur bersama pasangannya, namun hasil tes koginitif wanita tetap lebih baik ketimbang rekan lawan jenisnya.
Soal kenyamanan, pria dalam penelitian ini mengaku lebih nyaman ketika tidur dengan pasangannya. Sedangkan wanita merasa tidur lebih nyenyak ketika sendirian.
Setelah tidur sendirian, wanita juga lebih mudah mengingat mimpinya. Berbeda dengan para pria yang ingatannya akan mimpi mencapai tahap paling baik usai bercinta dengan pasangannya.
“Tidak mengherankan jika seseorang terganggu ketika mereka tidur bersama. Tidur adalah kegiatan paling egois yang bisa dilakukan. Tidur sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental,” jelas Dr Neil Stanley, Ilmuwan dari University of Surrey (BanjarmasinPost)
Memang tak bisa di pungkiri tak semua pasangan bisa membahagiakan, terkadang pasangan kita bisa berbuat menyebalkan dan terkadang bisa menyebabkan sakit hati, karena tiap sikap yang dimiliki perempuan berbeda-beda. Alangkah baiknya bagi sahabat yang belum mempunyai pasangan atau pendamping hidup sebelum memilih pasangan dapat melihat dan meneliti pasangan yang akan kita jadikan sebagai pendamping hidup. Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Dari hadist diatas sangatlah jelas bahwa menikahi atau memilih seorang perempuan hendaknya mendahulukan agamanya, karena akn membawa bahagia bgi kita baik didunia maupun diakhirat kelak. Karena kecantikan, harta semuanya bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu. Kecantikan bisa memudar dan harta bisa habis , bangkrut dan akhirnya jatuh miskin, tetapi kriteria agama yang dijadikan sebagai kriteria utama kan menjadi kekal untuk selamanya. Wanita yang mempunyai bekal pengetahuan agama yang kuat akan menjadi mutiara terindah , menjadi hiasan terindah bagi laki-laki yang memilikinya,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar