1. Penis besar menentukan kenikmatan
Mitos ukuran penis besar menentukan kenikmatan seksual sangat popular di masyarakat. Informasi yang salah ini beranggapan bahwa semakin besar penis akan semakin nikmat. Akibatnya banyak pria yang merasa penisnya kecil menjadi malu, kurang percaya diri , bahkan takut untuk berhubungan seksual dengan istrinya hingga tidak mampu melakukannya.
Padahal fakta sebenarnya adalah besar kecilnya penis tidak berkaitan dengan potensi seksual seseorang dan tidak menjamin meningkatkan kepuasan seksual. Sebenarnya kepuasan seksual wanita tidak ditentukan dari besar kecilnya penis, tapi oleh kemampuan penis untuk ereksi, kemampuannya mengontrol ejakulasi dan komunikasi yang baik antara suami-isteri.
Sayangnya masih banyak pria yang percaya dengan mitos ukuran penis ini, sehingga banyak dari mereka yang berupaya untuk membesarkan penisnya dengan berbagai cara, bahkan dengan cara yang tidak ilmiah dan berbahaya bagi kesehatan. Apalagi dengan menjamurnya berbagai iklan yang mempromosikan terapi-terapi alternatif membesarkan penis, yang sebenarnya hanya janji surga belaka. Sebagai contoh, penyuntikan silicon pada penis yang hanya akan merusak jaringan pembuluh darah disekitarnya, yang akhirnya mengakibatkan disfungsi ereksi/impotensi.
2. Masturbasi/onani pada pria dapat menyebabkan kemandulan, ejakulasi dini, impotensi, rambut rontok dan lutut keropos.
Secara ilmiah masturbasi tidak ada hubungannya dengan kemandulan, ejakulasi dini, impotensi, rambut rontok atau lutut keropos. Tetapi frekusensi masturbasi yang terlalu sering kurang baik dampaknya, sebab dapat mengurangi produktivitas dan dapat berpengaruh pada kondisi psikis seseorang. Sejumlah kalangan agama juga cenderung mengharamkannya.
3. Kepuasan hubungan intim tergantung pada pria
Suami dan istri sama-sama mempunyai peran dalam suatu hubungan seksual karena dalam hubungan seksual melibatkan keduanya pihak. Oleh karena itu keduanya harus sama-sama terpuaskan. Anggapan bahwa kepuasan hubungan intim tergantung dari kepiawaian pria/suami tidaklah benar, karena sebuah hubungan akan menjadi seru dan lebih mengasyikan bila kedua belah pihak sama-sama cerdas, pintar dan bisa mengimbangi masing-masing.
4. Multi orgasme hanya milik wanita saja
Pada pria, orgasme terjadi bersamaan dengan ejakulasi, sehingga banyak yang beranggapan bahwa kenikmatan seksual dirasakan karena sperma dikeluarkan,padahal kenikmatan seksual yang dirasakan itulah yang disebut orgasme. Sama seperti wanita, pria juga bisa mengalami multi orgasme yaitu dengan latihan mengontrol untuk menunda ejakulasi. Memang memerlukan waktu untuk latihan, tetapi tidak ada pengaruh buruk akibat menahan ejakulasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar