Senin, 01 Juni 2009

Mitos-Mitos Seputar Seks Pada Pria

Berikut ini pembahasan mitos-mitos seputar seks pada kaum pria serta fakta ilmiah yang sebenarnya tentang mitos-mitos tersebut.

1. Penis besar menentukan kenikmatan

Mitos ukuran penis besar menentukan kenikmatan seksual sangat popular di masyarakat. Informasi yang salah ini beranggapan bahwa semakin besar penis akan semakin nikmat. Akibatnya banyak pria yang merasa penisnya kecil menjadi malu, kurang percaya diri , bahkan takut untuk berhubungan seksual dengan istrinya hingga tidak mampu melakukannya.

Padahal fakta sebenarnya adalah besar kecilnya penis tidak berkaitan dengan potensi seksual seseorang dan tidak menjamin meningkatkan kepuasan seksual. Sebenarnya kepuasan seksual wanita tidak ditentukan dari besar kecilnya penis, tapi oleh kemampuan penis untuk ereksi, kemampuannya mengontrol ejakulasi dan komunikasi yang baik antara suami-isteri.

Sayangnya masih banyak pria yang percaya dengan mitos ukuran penis ini, sehingga banyak dari mereka yang berupaya untuk membesarkan penisnya dengan berbagai cara, bahkan dengan cara yang tidak ilmiah dan berbahaya bagi kesehatan. Apalagi dengan menjamurnya berbagai iklan yang mempromosikan terapi-terapi alternatif membesarkan penis, yang sebenarnya hanya janji surga belaka. Sebagai contoh, penyuntikan silicon pada penis yang hanya akan merusak jaringan pembuluh darah disekitarnya, yang akhirnya mengakibatkan disfungsi ereksi/impotensi.

2. Masturbasi/onani pada pria dapat menyebabkan kemandulan, ejakulasi dini, impotensi, rambut rontok dan lutut keropos.

Secara ilmiah masturbasi tidak ada hubungannya dengan kemandulan, ejakulasi dini, impotensi, rambut rontok atau lutut keropos. Tetapi frekusensi masturbasi yang terlalu sering kurang baik dampaknya, sebab dapat mengurangi produktivitas dan dapat berpengaruh pada kondisi psikis seseorang. Sejumlah kalangan agama juga cenderung mengharamkannya.

3. Kepuasan hubungan intim tergantung pada pria

Suami dan istri sama-sama mempunyai peran dalam suatu hubungan seksual karena dalam hubungan seksual melibatkan keduanya pihak. Oleh karena itu keduanya harus sama-sama terpuaskan. Anggapan bahwa kepuasan hubungan intim tergantung dari kepiawaian pria/suami tidaklah benar, karena sebuah hubungan akan menjadi seru dan lebih mengasyikan bila kedua belah pihak sama-sama cerdas, pintar dan bisa mengimbangi masing-masing.

4. Multi orgasme hanya milik wanita saja

Pada pria, orgasme terjadi bersamaan dengan ejakulasi, sehingga banyak yang beranggapan bahwa kenikmatan seksual dirasakan karena sperma dikeluarkan,padahal kenikmatan seksual yang dirasakan itulah yang disebut orgasme. Sama seperti wanita, pria juga bisa mengalami multi orgasme yaitu dengan latihan mengontrol untuk menunda ejakulasi. Memang memerlukan waktu untuk latihan, tetapi tidak ada pengaruh buruk akibat menahan ejakulasi.




Mitos Seputar Impotensi Pria

Banyak mitos yang berkembang seputar impotensi pria. Anda dan pasangan harus bisa membedakan antara fakta dan mitos. Berikut ini beberapa mitos yang beredar di kalangan pria. Saatnya, Anda berdua mengetahui faktanya.

- Mitos : ‘Pria sejati’ tidak pernah impoten
Fakta : Semua pria berusia di atas 30 tahun pernah mengalami impotensi setidaknya sekali dalam hidupnya. Hal itu menggambarkan lebih dari 150 juta pria di seluruh dunia pernah mengalami impotensi. Kemungkinan angka tersebut akan meningkat hingga 300 juta atau lebih.

Impotensi atau disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan seorang pria untuk mempertahankan kemampuan ereksinya saat bercinta. Impotensi tidak terkait masalah libido, ketidakmampuan ejakulasi dan mencapai orgasme.

- Mitos : Impotensi terkait masalah psikologis
Fakta: Impotensi yang terkait masalah psikologis presentasenya kurang dari 20 persen. Penyakit seperti diabetes, jantung, darah tinggi, dan kanker prostat merupakan penyebab terbanyak impotensi. Stres, dan kehilangan percaya diri merupakan faktor sekunder penyebab impotensi.

- Mitos : Impotensi adalah bagian dari penuaan
Fakta: Meskipun impotensi banyak dialami oleh pria berumur, tetapi rata-rata yang mengalami impotesi itu memiliki penyakit diabetes, darah tinggi, dan penyakit jantung. Jadi, penyebabnya bukanlah umur tetapi penyakit tertentu.

- Mitos : Impotensi tidak ada obatnya
Fakta: Dalam dunia pengobatan memang belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan impotensi secara permanen. Tetapi, sudah banyak terapi-terapi yang dapat diikuti oleh penderita impotensi. Dan, hasilnya, cukup efektif. Jadi, jangan hanya mengonsumsi obat, tetapi harus disertai dengan terapi. Pengobatan melalui oral juga semakin berkembang seperti viagra, perawatan melalui penyuntikan dan pompa vakum.

- Mitos : Impotensi hanya masalah pria
Fakta: Impotensi bukan hanya permasalahan pria. Sebagai pasangan, wanita juga harus membantu mengatasi masalah impotensi. Mulai dari menemani pasangan melakukan pengobatan hingga mengembalikan rasa percaya dirinya.

- Mitos : Pria tahu semua hal tentang seks
Fakta: Banyak opini yang beredar pria selalu tahu hal yang terkait dengan seks. Tetapi studi klinis mengungkapkan bahwa impotensi dapat terjadi karena kekurangan informasi terkait ‘mekanisme’ seks. Kesalahpahaman yang banyak terjadi adalah pria selalu membicarakan masalah seks secara gambalang. Padahal banyak juga pria yang sulit membicarakannya, sehingga kekurangan informasi tentang seks.

• VIVAnews



Pria Paruh Baya Aktif Lebih Panjang Umur

Anda pria berusia 50 atau lebih tahun? Jangan hentikan kebiasaan berolahraga. Bahkan bagi anda yang lama atau tak pernah berolahrga lagi, tak perlu khawatir untuk memulai lagi kebiasaan sehat itu. Lelaki yang tetap aktif atau bahkan baru mulai berolahraga pada usia 50 tahun dapat memperpanjang hidup hingga lebih dari dua tahun, demikian menurut para pakar kesehatan dari Swedia.

Penelitian tersebut menemukan jika olahraga memiliki dampak keuntungan terhadap panjang usia seperti halnya berhenti merokok di usia paruh baya.

Memang tak dapat dipungkiri, rata-rata pria di usia paruh baya tak lagi berolahraga, demikian ujar salah satu peneliti, Karl Mcihaelsson, dosen senior di Jurusan Ilmu Bedah, Universitas Uppsala, Swedia. Namun doktor sekaligus pemimpin studi terebut menawarkan bukti lebih jika “tidak terlambat bagi pria berusia 50 tahun keatas berinvestasi dalam kesehatan dan usia panjang dengan bergerak lebih aktif.

“Pria yang dilaporkan meningkatkan aktifitas fisik di level tinggi pada usia 60 tahun, setelah melalui periode perubahan gradual selama 10 tahun, memiliki pengurangan resiko kematian seperti mereka yang tetap melakukan aktivitas fisik tinggi dari 50 tahun hingga 60 tahun. “Magnitude dari pengurangan resiko kematian tersebut selain terkait dengan aktifitas fisik juga penghentian kebiasaan merokok,” demikian ujar Karl.

Untuk studi–yang telah dilaporkan pada jurnal BMJ edisi online, Karl beserta timnya mengumpulkan data terhadap 2.205 pria berusia 50 tahun ke atas dan menyurvey mereka lagi ketika mereka berusia 60, 70, 77, dan 82 tahun. Setiap kali mereka diberi pertanyaan tentang tingkat aktivitas fisik, berat badan, tekanan darah, tingkat kolesterol, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol

Setelah mengompilasikan data dengan faktor gaya hidup lain, para periset menemukan jika pria menghabiskan banyak waktu duduk, tak beraktivitas kebanyakan akan meninggal di periode tahun beriktunya, sementara mereka yang tetap aktif sedikit yang meninggal di waktu tersebut.

Fakta yang muncul lelaki yang aktif berolahrga ketika mereka berusia 50 hidup dengan rata-rata usia 2,3 tahun lebih lama, sedangkan para pria dengan olahrga moderat hidup 1,1 tahun lebih lama dibanding mereka yang memiliki aktifitas fisik paling rendah. Untuk melihat hasil tersebut bisa jadi dibutuhkan 5 hingga 10 tahun, namun intinya para pria yang rajin berolahraga di paruh baya hidup lebih lama, demikian menurut laporan penelitian menekankan

Sementara dibanding dengan penghentian kebiasaan merokok, pengurangan resiko kematian juga ditemukan serupa. “Setiap orang tahu jika merokok itu berbahaya bagi kesehatan dan meningkatkan resiko kematian, namun secara umum diketahui jika aktivitas fisik kurang memiliki pengaruh yang mirip seperti halnya merokok,” ujar Karl.

Apakah wanita mungkin mendapat keuntungan yang sama dengan aktivitas di usia paruh baya, bukti masihlah belum jelas. Karl mengatakan ia belum melakukan studi serupa yang melibatkan wanita. “Jika kita berpikir ketat, hasil tersebut tidak bisa dinyatakan kepada wanita,” ujar Karl.

Namun ia juga menambahkan dengan berkata, “Saya sendiri tidak melihat alasan biologis mengapa harus ada efek berbeda dalam gender,”

Dr. David L. Katz, direktur dari Pusat Riset Pencegahan di Fakultas Kedokteran Universitas Yale juga menekankan pada komparasi keuntungan beraktifitas

“Ketika pria paruh-baya yang dulu lebih banyak duduk diam mengadopsi aktivitas fisik, mereka juga memperoleh keuntungan seperti para pria yang selalu aktif selama hidupnya, meski telah ada tahun-tahun tanpa aktivitas,” ujar David. “Ini merupakan pesan sangat jelas, tak pernah ada kata terlambat untuk memulai perilaku sehat dan mendapat keuntungan dari sana,” imbuhnya.

“Saya sendiri tentu merekomendasikan inisiatif seawal mungkin melakukan olahraga rutin dan mendapat keuntungan dari sana, tidak saja menambah usia tapi juga kualitas hidup dalam tahun-tahun yang dijalani,” kata Katz. “Namun jika anda belum memulainya, ilmu pengetahuan membuktikan jika kapan pun adalah waktu yang baik untuk mengawali,” ujarnya lagi.

Sumber : Republika.co.id





Sembilan Kalimat yang Ditakuti Pria

ADA beberapa ucapan yang tidak pernah ingin didengar pria dari pasangannya. Salah satu kalimat atau ucapan itu adalah, "Kita pergi ke mal, yuk!" Soalnya, itu berarti dia harus menghabiskan waktu dengan menunggu pasangan yang sedang sibuk mencoba gaun di kamar ganti pakaian! Kalimat atau sikap apa lagi yang ditakuti kaum pria?


1. "Saya sudah memikirkannya..."
Bila seorang wanita benar-benar mengatakan dia sudah memikirkannya, berarti permasalahannya serius. Dan kaum pria dapat menebak, apa yang akan dibicarakan si wanita biasanya menyangkut masalah perkawinan, atau yang paling pahit, si wanita minta putus hubungan. Bentuknya bisa bermacam-macam, seperti, "Kenapa kamu menyintai saya?" dan "Pernahkah kamu memikirkan tentang masa depan kita?" Nah, kalau sudah begitu, kaum pria harus pandai-pandai mengalihkan pembicaraan kekasihnya.

2. "Bisa, enggak, bersikap lebih jantan?"
Tidak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan kejantanan seorang pria disinggung atau dipermasalahkan. Umumnya kaum pria bakal mengallihkan perhatian dan mengatakan, "Bagaimana kalau kamu yang bersikap lebih feminin dan berhenti mengomel?"

3. "Orang tuaku mau ketemu kamu."
Hal ini dapat berarti:
*Hubungan mengarah pada tingkatan yang serius.
*Secara psikologis, si pria sedang jadi pusat perhatian keluarga kekasihnya.

4. "Maaf, saya sedang sakit kepala."
Artinya, malam ini tidak ada acara berhubungan intim. Bila Si Dia melihat Anda tidak berbohong dan memang sedang lelah pada saat gairah suami sedang tinggi, mungkin ada baiknya jika ia memberikan saja obat pusing dan mendoakan agar Anda cepat sembuh.

5. "Kok, enggak kayak pacar saya yang dulu, ya?"
Pada umumnya pria tak pernah membicarakan mengenai mantan di depan pacar barunya, kecuali jika "dipaksa" bercerita. Jadi, pria merasa tidak siap bila Anda menyebutkan mantan Anda di depannya. Soalnya, itu berarti ia sedang dibanding-bandingkan dengan pria lain.

6. "Kamu sedang mikirin apa, sih?"
Wanita memang selalu ingin tahu. Mereka ingin tahu apa yang dipikirkan dan dirasakan kaum pria. Mereka sering berprasangka yang tidak-tidak. Di sisi lain, para pria tidak mau membahasnya dan lebih memilih diam.

7. "Menurut kamu, dia cantik, ya?"
Anda memergoki Si Dia sedang memperhatikan seorang wanita seksi, cantik, dan menarik. Bila ia menjawab, "Enggak, biasa-biasa saja." Ting tong! Anda tahu ia berbohong, dan hasilnya pasti akan saling berbantahan. Sebaiknya pria menjawab dengan diplomatis, misalnya, "Kamu lihat, tidak, betisnya mulus sekali, ya."

8. "Menurut kamu, ada sesuatu yang berbeda pada diri saya?"
Pria tahu, bakal dapat masalah besar bila menjawab tak tahu. Semakin lama Si Dia memberi jawaban, Anda akan semakin frustrasi. Hal ini justru makin membuat pasangan Anda bingung dan akhirnya karena tak ingin membuat suasana jadi tak enak, ia menjawab asal saja, "Oh, kamu baru potong rambut, ya?" Yang terjadi, Anda makin kesal karena Anda bukan baru memotong rambut, melainkan memakai sepasang anting baru!

9. "Saya perlu bicara."
Setiap orang tahu, kok, kata-kata ini biasanya diikuti oleh kalimat yang kurang menyenangkan. Tiga kata ini merupakan pertanda adanya masalah dalam sebuah hubungan. Pertanda akan putusnya suatu hubungan atau paling tidak diskusi yang panjang mengenai bagaimana Si Dia tidak dapat memenuhi kebutuhan Anda. Atau sebaliknya, sangat tidak menyenangkan.




Ciri-ciri Pria Jatuh Cinta


Mungkin tak sulit bagi pria untuk mengetahui isi hati wanita yang sedang diincarnya. Bisa melalui sikap ataupun pancingan kata-kata mesra. Begitu info yang didapat sudah lengkap, pria tinggal melempar panah asmara pada si doi.

Tapi, bagaimana jika kejadiannya tidak serupa, di mana wanita yang ingin tahu isi hati pria pujaannya. Jangan khawatir, berikut ini kami sajikan resep manjur mengetahui isi hati pria kala didera cinta.

1. Si dia menaikkan alis mata
Saat bertemu seseorang yang menarik hati, secara tak sadar alis mata pria seketika terangkat. Kejadian ini memang berlangsung dalam hitungan detik. Jadi cermati baik-baik, kali aja ada kontak hati dengan Anda.

2. Bibirnya menyunggingkan senyum
Saat pria berjumpa dengan wanita cantik, bibirnya spontan “bicara” sendiri. Hampir bertepatan dengan momen alis yang terangkat itu. Biasanya ucapan yang keluar pun jujur dari hatinya bahwa dia memang mengagumi wanita yang baru ditemuinya.

3. Dia mencoba menarik minat Anda
Si dia berusaha menarik perhatian Anda dengan segala cara, seperti menjaga sikap hingga cara bertutur kata yang dibuat semanis mungkin. Selain itu, para pria juga akan berusaha tampil berbeda dari kelompoknya, jika dia datang beramai-ramai.

4. Dia bolak-balik membetulkan letak dasinya atau kerah bajunya
Dasi pria itu ibarat lipstik wanita. Saat bertemu orang yang ditaksir, pria pun ingin selalu tampil sempurna di hadapan orang yang ditaksirnya. Coba Anda amati gerak-gerik pria kala dia terpanah asmara oleh kecantikan Anda.

5. Dia bolak-balik merapikan atau bahkan mengacak-acak rambut
Soal sikap mana yang diambil bergantung pada potongan rambutnya, dan apa yang harus dilakukan agar melihatnya lebih memukau. Pria melakukan itu secara sukarela dan lebih sering ketimbang yang Anda sangka.

6. Semuanya menegang
Eh, stop, jangan ngeres dulu. Yang dimaksud adalah pria itu akan berusaha menunjukkan badannya yang kokoh, mungkin bahunya yang bidang atau kakinya yang berotot? Dia hanya berusaha tampil sesempurna mungkin di hadapan Anda.

7. Dia sibuk memainkan kancing baju
Padahal tak ada yang salah dengan kancingnya. Ini karena Anda membuatnya sedikit gelisah, makanya dia jadi agak salah tingkah begitu. Atau dia malah siap-siap mau menunjukkan dada bidangnya? Hmmm, tak tahulah. Sepertinya hanya Anda berdua yang tahu kelanjutannya.




MItos Seputar Pria


Jangan percaya dulu dengan sejumlah mitos tentang pria sebelum memikirkannya panjang-lebar dan membuktikannya sendiri!

  1. Mitos #1: Pria Nggak Suka Wanita Mandiri
    Kita cenderung menganggap pria tidak mau berurusan dengan wanita yang memiliki posisi kuat dalam pekerjaan, yang dapat menjaga diri sendiri dan memiliki kontrol penuh terhadap kehidupannya. Nggak juga, tuh, pria juga bisa sebal banget pada wanita yang kecerdasannya pas-pasan!

  2. Mitos #2: Pendekatan Itu Tugas Pria
    Sebenarnya banyak pria yang merasa tersanjung bila didekati oleh wanita.
    Masalahnya, banyak wanita takut mereka dianggap begitu jomblo-nya hingga melancarkan aksi pdkt duluan. Itu, sih, tergantung dari cara pendekatan yang kita lakukan. Jika si pria bilang "tidak", mungkin karena kita bukan tipe wanita idamannya,atau mungkin dia sudah punya kekasih. Kalau ditolak, nggak perlu sakit hati. Lain kali, lebih jeli saja dalam melihat 'peluang'. Pria, kan, bukan dia seorang!

  3. Mitos #3: Pria Punya Ego Rapuh
    Pria selalu melindungi dirinya dengan ego. Setiap penolakan dari wanita yang diincarnya adalah suatu pukulan bagi ego mereka, dan setiap kali pula mereka harus memulihkannya. Untuk dapat bertahan, pria harus benar-benar memiliki ego yang sangat kuat.

  4. Mitos #4: Semua Pria Oke Sudah Ada yang Punya
    Banyak wanita mengeluh bahwa semua pria yang baik biasanya sudah menikah ataupun kalau tidak, biasanya gay. Alasannya, sih, sebuah hubungan yang serius bisa membuat kita merasa lebih pede, dan hal itu terpancar dari pria yang sudah menikah atau memiliki kekasih. Berada di antara pria yang sudah menikah dan orang-orang yang secara emosional tidak mungkin terlibat hubungan dengan kita membuat kita bersikap lebih santai. Kita bisa tampil dan menjadi diri sendiri. Hal yang sama mungkin juga terjadi pada pria, sehingga mereka terlihat lebih menarik. Sederhana, kan?

  5. Mitos #5: Pria Tidak Suka Komitmen
    Yang benar adalah, si pria tidak ingin terikat komitmen dengan wanita tersebut. Kalau dia bisa memiliki komitmen dengan pekerjaan, itu berarti sebenarnya dia bisa terikat komitmen, kok. Suatu hari nanti, mungkin dia mau berkomitmen dengan kita, dan mungkin juga tidak. Jika tidak, berarti sudah waktunya kita pindah ke pria lain. Sikap seperti ini akan lebih baik daripada mengeluh bahwa pria takut akan komitmen (memangnya George Clooney...).

  6. Mitos #6: Pria Seperti Kucing
    Kebanyakan kucing, kan, biar sudah diberi makan di rumah masih mencari lagi di luar. Kebiasaan itu sama saja dengan pria yang tidak bisa (dan nggak pantas) dipercaya. Tapi jika kita benar-benar percaya bahwa setiap pria berpotensi menjadi 'kucing' atau 'sama seperti yang lain', secara tidak langsung kita justru memberinya sugesti untuk bersikap seperti itu.

  7. Mitos #7: Pria Cuma Mau Seks
    Meskipun pria menunjukkan secara terang-terangan hasrat seksual yang besar di awal masa pacaran, sebenarnya bukan hanya itu yang mereka inginkan dari kita. Banyak pria yang menginginkan hal-hal lain seperti cinta dan komitmen.

  8. Mitos #8: Pria Tidak Memahami Wanita
    Tidak setiap saat pria bisa membaca pikiran kita. Kemungkinan besar, dia tidak memahami 80 persen dari sinyal yang kita berikan. Yang pasti, sih, pria dan wanita memiliki perbedaan dalam hal berpikir, melakukan pendekatan, dan menangani masalah.

  9. Mitos #9: Pria Itu Pelit
    Untuk sebagian pria, merayakan hari jadian, tuh, cukup makan ke restoran bakmi, nggak perlu ke restoran yang berkelas. Tapi banyak juga, kok,yang rela meluangkan waktu dan tenaga untuk memberi kekasihnya sesuatu yang sifatnya lebih pribadi karena bagi mereka hal itu sangat berarti.


    sumber : citacinta.com



Seranjang Dengan Wanita Bikin Pria Lemot

Tidur seranjang dengan perempuan ternyata bisa membuat kemampuan otak pria berkurang. Demikian hasil penelitian terbaru ilmuwan Austria yang dilansir dari BBC, baru-baru ini.
Peneliti asal Austria ini mengadakan penelitian tentang kualitas tidur. Para peneliti mengumpulkan 20 pasangan yang belum dikaruniai anak. Ke-20 pasangan ini kemudian diperiksa pola tidurnya.

Tiap pasangan diminta untuk tidur 10 hari tanpa pasangan, dan 10 hari bersama pasangan mereka. Setiap pagi mereka diberi kuisioner, diperiksa hormon stres, dan menjalani beberapa tes, termasuk tes kognitif ringan.

Seperti apa hasil tesnya?

Meski pria dan wanita sama-sama mengakui lebih nikmat tidur dengan pasangan, pada pria kemampuan otaknya sedikit terganggu. Setelah tidur dengan wanita, pria kurang sukses dalam menjawab tes-tes kognitif ringan.

Nilai yang diperoleh menjadi lebih rendah ketimbang ketika tes serupa dilakukan pada saat semalamnya pria tidur tanpa didampingi pasangan mereka. Apakah pasangan tersebut bercinta atau tidak pada malam sebelumnya, tak mempengaruhi hasil tes.

Menurut penelitian ini, ketika seorang pria tidur dengan pasangannya, secara tak sadar kualitas tidurnya menjadi terganggu. Hal inilah yang mempengaruhi kondisi fisik dan mental mereka keesokan harinya.

Tak hanya pria, kualitas tidur wanita juga terganggu ketika tidur bersama pasangannya, namun hasil tes koginitif wanita tetap lebih baik ketimbang rekan lawan jenisnya.

Soal kenyamanan, pria dalam penelitian ini mengaku lebih nyaman ketika tidur dengan pasangannya. Sedangkan wanita merasa tidur lebih nyenyak ketika sendirian.

Setelah tidur sendirian, wanita juga lebih mudah mengingat mimpinya. Berbeda dengan para pria yang ingatannya akan mimpi mencapai tahap paling baik usai bercinta dengan pasangannya.

“Tidak mengherankan jika seseorang terganggu ketika mereka tidur bersama. Tidur adalah kegiatan paling egois yang bisa dilakukan. Tidur sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental,” jelas Dr Neil Stanley, Ilmuwan dari University of Surrey (BanjarmasinPost)

Memang tak bisa di pungkiri tak semua pasangan bisa membahagiakan, terkadang pasangan kita bisa berbuat menyebalkan dan terkadang bisa menyebabkan sakit hati, karena tiap sikap yang dimiliki perempuan berbeda-beda. Alangkah baiknya bagi sahabat yang belum mempunyai pasangan atau pendamping hidup sebelum memilih pasangan dapat melihat dan meneliti pasangan yang akan kita jadikan sebagai pendamping hidup. Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Dari hadist diatas sangatlah jelas bahwa menikahi atau memilih seorang perempuan hendaknya mendahulukan agamanya, karena akn membawa bahagia bgi kita baik didunia maupun diakhirat kelak. Karena kecantikan, harta semuanya bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu. Kecantikan bisa memudar dan harta bisa habis , bangkrut dan akhirnya jatuh miskin, tetapi kriteria agama yang dijadikan sebagai kriteria utama kan menjadi kekal untuk selamanya. Wanita yang mempunyai bekal pengetahuan agama yang kuat akan menjadi mutiara terindah , menjadi hiasan terindah bagi laki-laki yang memilikinya,

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim). (ziadinor.wordpress.com)



Pria Cerdas Memproduksi Sperma Lebih Baik

Biasanya wanita lebih menyukai pria yang lebih cerdas karena biasanya lebih bisa memperoleh sumber penghidupan yang baik untuk keluarganya. Namun sebuah penelitian baru menyebutkan satu kemungkinan alasan penting lain yaitu pria cerdas punya sperma yang lebih baik.

Dalam penelitian King’s Collage London membandingkan hasil dari lima tes kecerdasan yang ditawarkan pada 425 relawan Veteran Perang Vietnam pada tahun 1985 yang usianya antara 31 sampai dengan 44 tahun, diteliti contoh cairan sperma mereka. Para peneliti menganalisa berapa dari kumpulan sperma itu yang berenang secara normal dan seberapa sehat kondisinya. HAsilnya sangat menarik bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan seorang pria semakin besar pria itu memproduksi sperma dan memiliki sperna-sperma yang berenang lebih baik, tidak penting apakah itu dari seorang pria tua, perokok, peminum atau yang badannya gemuk (obesif).
..

Dalam penelitian mereka disimpulkan bahwa orang-orang yang pandai biasanya adalah orang-orang yang lebih sehat dibandingkan dengan orang-orang yang tidak pandai karena dari hasil penelitian medis menyebutkan bahwa orang-orang yang resiko intelektualnya tinggi punya resiko yang rendah terserang penyakit jantung atau kepikunan. Orang-orang yang pandai dapat memperoleh kemungkinan bekerja dengan resiko stres yang rendah di tempat-tempat yang lebih aman dan itu mengandalkan kemungkinan pilihan yang lebih baik dalam gaya hidup mereka misalnya olah raga dan makan lebih baik. Dengan kata lain orang yang lebih cerdas mendengarkan lebih baik saran-saran dari dokternya. Namun penelitian terbaru ini menemukan beberapa kebiasaan negatif yang mempunyai sejumlah kecil pengaruh dalam kualitas sperma, jadi mereka tidak koinsiden pada teori bahwa orang yang cerdas adalah mereka yang juga punya kesehatan yang baik.

Namun demikian, terlepas dari semua para peneliti memperkirakan bahwa intelektual seseorang bisa diperoleh sebagai bagian dari satu paket dari perangkat yang baik. Sebuah gen bisa berpengaruh pada perbedaan jenis, jadi gen-gen itu termasuk dalam intelektualitas yang bisa memperbaiki kualitas sperma seseorang dan mungkin ciri-cirinya juga.

Bisa dijelaskan sekarang mengapa inteletualitas seseorang itu bisa diterjemahkan sebagai sesuatu yang seksi. Karena inteletualitas seseorang berarti juga indikasi bahwa ia punya gen-gen dan ras yang baik.



Pria juga punya jam biologis


Beberapa bulan lalu, sebuah studi di Perancis membuktikan bahwa ternyata faktor usia juga mempengaruhi laki-laki dalam hal kesuburan. Kita sering mendengar bahwa wanita di usia 30-an akan mulai resah ketika mereka belum dikaruniai seorang anak. Tapi penelitian menunjukkan bahwa ternyata pria juga memiliki jam biologis, jika kita bicara soal kesuburan.

father & baby

Sebuah studi dari Eylau Center for Assisted Reproduction mengemukakan bahwa pasangan yang sulit mendapatkan keturunan, akan memiliki kecenderungan untuk terjadinya keguguran, jika sang ayah berusia lebih dari 40 tahun.

Memang wanita diciptakan dengan sejumlah telur (jumlah yang pasti), yang akan berkurang tiap bulannya bersama siklus menstruasi mereka, hingga berhenti di usia menopause. Tapi bukankah laki-laki dapat mempertahankan kesuburannya hingga usia tua? Sebagian besar masih mempercayai hal tersebut memang. Tapi yang menarik dari hasil survey adalah : dari pengamatan terhadap sekitar 21,000 pasang suami-istri, ada hubungan yang relevan antara umur ayah dengan menurunnya fertilitas, dan meningkatnya faktor keguguran.

Nah, bagi para laki-laki, mungkin hasil penelitian tersebut masih perlu diuji dengan studi-studi lainnya. Tapi survey tersebut sepertinya perlu menjadi new knowledge (informasi baru) bagi pasangan (calon ayah) yang ingin berhasil mendapatkan keturunan. (iwannabemom.com)




Pria Itu Memang Susah

Jika kamu memperlakukannya dengan baik, dia pikir kamu
jatuh cinta padanya..... ...... Jika tidak, kamu akan dibilang sombong.

Jika kamu berpakaian bagus, dia pikir kamu sedang mencoba
untuk menggodanya. Jika tidak, dia bilang kamu kampungan.

Jika kamu berdebat dengannya, dia bilang kamu keras kepala.
Jika kamu tetap diam, dia bilang kamu nggak punya otak.

Jika kamu lebih pintar dari pada dia, dia akan kehilangan
muka..Jika dia yang lebih pintar, dia bilang dia paling hebat.

Jika kamu tidak cinta padanya, dia akan mencoba
mendapatkanmu. Jika kamu mencintainya, dia akan mencoba untuk
meninggalkanmu.

Jika kamu beritahu dia masalah mu, dia bilang kamu
menyusahkan. Jika tidak, dia bilang kamu tidak mempercayai mereka.

Jika kamu cerewet pada dia, kamu dibilang seperti seorang
pengasuh baginya.

Tapi jika dia yang cerewet ke kamu, itu karena dia perhatian.

Jika kamu langgar janji kamu, kamu tidak bisa dipercaya.
Jika dia yang ingkari janjinya, dia melakukannya karena
terpaksa.

Jika kamu merokok, kamu adalah cowok liar !
Tapi kalo dia yang merokok, dia adalah seorang gentleman,
wuiihh..!

Jika kamu menyakitinya, kamu dibilang pria kejam..
Tapi jika dia yang menyakitimu, itu karena kamu terlalu
sensitif dan terlalu sulit untuk dibuat bahagia !!!!!

Jika kamu mengirimkan ini pada cowok-cowok, mereka pasti
bersumpah kalau ini tidak benar. Tapi jika kamu tidak
mengirimkan ini pada mereka, mereka akan bilang kamu egois.